Sophia, Robot Wanita Pertama yang Memiliki Kewarganegaraan
Mungkin tidak hanya terjadi di Skynet saja (meskipun hanya sebatas cerita film), dalam dunia nyata, Arab Saudi sebagaimana misalnya, baru-baru ini nyatanya telah membuat pengumuman kontroversial mengenai salah satu warga negaranya yang baru. Berbicara dalam konteks bukan manusia pada umumnya, negara kaya minyak tersebut kabarnya telah memberikan kewarganegaraan kepada robot humanoid bernama Sophia. Pengumuman tersebut disampaikan melalui Future Investment Initiative di Riyadh.
Sophia adalah sebuah robot humanoid yang dikembangkan oleh perusahaan berbasis Hong Kong Hanson Robotics. Robot tersebut dirancang untuk memberikan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan, dan telah "diwawancara" di seluruh dunia. Pada Oktober 2017, robot tersebut menjadi warga negara Arab Saudi, robot pertama yang meraih kewarganegaraan dari sebuah negara.
Kemudian menuai beragam kontroversi. Namun anehnya, robot buatan perusahaan Hanson Robotics yang bermarkas di Hong Kong ini justru mendapatkan hak-hak yang lebih banyak dibanding kaum perempuan di negara itu.
Sophia berada di atas panggung selama konferensi saat dia diberitakan oleh CNBC Andrew Ross Sorkin kalau dia sekarang adalah warga negara Arab Saudi. Dalam sambutannya yang mendapat tepuk tangan meriah dari para audien yang hadir, Sophia menuturkan kebanggaannya setelah diterima menjadi salah satu warga negara kerajaan Arab Saudi. Dan ini tentunya akan menjadi sejarah robot pertama di dunia yang mendapatkan kewarganegaraan.
Robot Hanson lebih jauh menjelaskan, Sophia, diklaimnya sebagai mesin jenius yang sedang berkembang. Kemiripan, ekspresivitas, dan cerita luar biasa manusia sebagai robot yang terbangun seiring waktu, kecerdasan dan kisahnya yang meningkat akan memikat dunia dan terhubung dengan orang-orang tanpa mempedulikannya. usia, jenis kelamin, dan budaya.


Komentar
Posting Komentar